PDF
Print
E-mail

Sejak tahun 2002, pendekatan Positive Deviance (PD) telah diadopsi oleh berbagai instansi baik pemerintah maupun non pemerintah untuk mengatasi masalah gizi pada anak balita di 41 Kabupaten di 15 Provinsi di Indonesia. Salah satu anggota PD yang aktif hingga sekarang menjalankan pos gizi, salah satunya adalah daerah Kabupaten Tangerang.

Terdapat beberapa Pos Gizi di wilayah Kabupaten Tangerang, yaitu Pos Gizi Kecamatan Sepatan (2008-2014), Pos Gizi Kelurahan Paku Haji (2008-sekarang), Pos Gizi Kecamatan Cisauk (2010-sekarang), dan Pos Gizi Pelangi Desa Gempol Sari (2012-sekarang).

Pos Gizi Kecamatan Sepatan

Berawal dari ditemukannya kasus balita gizi buruk dan gizi kurang di wilayah kecamatan Sepatan, di bawah supervisi dari Dinas Kabupaten Tangerang, dibentuklah Pos Gizi di Kecamatan Sepatan pada tahun 2008. Di tahun pertama menjalankan kegiatan pos gizi, data dari Dinkes Kabupaten Tangerang menunjukan bahwa dari total kasus gizi buruk pada anak, sekitar 37.1% nya berubah ke status gizi kurang. Anak yang tadinya mengalami gizi kurang, sebanyak 29.1% mengalami peningkatan menjadi gizi baik. Secara keseluruhan, sebanyak 32% anak balita meningkat status gizinya ke arah baik (normal).

Pos Gizi Sepatan juga menjadi tempat studi banding dari Kalimantan, Sulawesi Tengah, Banten, dan Serang, serta menjadi motivator dalam upaya pembentukan Pos Gizi di Kalimantan Timur (Sangata) pada tahun 2008 lalu. Pos gizi di wilayah Kecamatan Sepatan telah dievaluasi dari berbagai pihak dan menunjukkan bahwa Pos gizi sangat efektif untuk menanggulangi masalah malnutrisi di suatu wilayah. Beberapa pihak yang telah mengevaluasi pelaksanaan tersebut misalnya Tim Pusat Teknologi Intervensi Kesmas Badan Litbang Kementerian Kesehatan (2011) dan beberapa penelitian oleh mahasiswa mengenai evaluasi program pos gizi, edukasi dan rehabilitasi gizi (2013, 2014).

Pos Gizi  Kecamatan Paku Haji

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bersama dengan CARE menginisiasi pembentukan Pos Gizi di Kecamatan Paku Haji pada tahun 2008 lalu. Setelah berjalan kurang lebih 3 tahun, pada tahun 2011 dilakukan revitalisasi kegiatan Pos Gizi Kecamatan Paku Haji yang difasilitasi oleh Dinkes Kabupaten Tangerang. Melihat dampak terhadap status gizi balita yang dinilai baik oleh Dinkes Kabupaten Tangerang, pada tahun 2013, pos gizi dibentuk di Desa Gaga dan Buaran Bambu serta merevitalisasi kembali pos gizi Kecamatan Paku Haji. Pos gizi desa Gaga dan Buaran bambu masing-masing diikuti oleh 12 peserta sedangkan kelurahan Pakuhaji diikuti oleh 13 peserta.

Tahun 2014, Pos gizi dibuka di dua tampat di Desa Bonisari, yaitu di Posyandu Makmur 1 dan Posyandu Makmur 5. Di awal tahun 2015 lalu, kegiatan pos gizi dibuka di Desa Pakualam dan Kiara Payung. Kegiatan pembentukan dan revitalisasi pos gizi ini diusulkan melalui Musrembang Kecamatan dan dibiayai dari dana f1. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan beberapa pos gizi di Kecamatan Pakuan Haji ini terletak pada pendanaan. Hingga saat ini, pendanaan berasal dari kepala desa, petugas kesehatan yang terkait dengan pos gizi dan hasil kontribusi beberapa ibu balita.

Pos Gizi  Kecamatan Cisauk

Berawal dari permasalahan balita gizi kurang di Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang membentuk pos gizi di wilayah tersebut untuk menekan peningkatan kasus tersebut pada tahun 2010. Selanjutnya, pada tahun 2011 pembentukan Pos Gizi dilanjutkan di Kelurahan Cisauk dan tahun 2012 di Desa Cibogo. Pendirian pos gizi ini didanai oleh pemerintah dan sumbangan masyarakat.

Saat ini Pos Gizi di wilayah Desa Cibogo masih berjalan dan sudah tersebar di empat wilayah sesuai dengan jumlah gizi buruk dan gizi kurang yang menjadi prioritas pembentukan pos gizi. Hasil pendataan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan Puskesmas Cisauk, diketahui jumlah balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 376  balita dari total 2463 balita atau sekitar 15,26% (Feb, 2012). Tiga tahun berselang, data dari Puskesmas Cisauk menunjukan bahwa kasus gizi kurang pada balita telah berkurang menjadi 9.08% (Feb, 2015).

Pos Gizi Pelangi Desa Gempol Sari

Pos Gizi di Desa Gempol Sari terbentuk dengan dukungan dan peran serta perangkat desa, tokoh masyarakat dan kader yang di gagas oleh pihak Puskesmas Kedaung Barat. Berawal dari pertemuan lintas sektor (2012), pihak Puskesmas Kedaung Barat bertemu dengan pak Herman ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Gempol Sari. Saat itu, tercetus lah ide untuk menjalankan kegiatan Pos Gizi, mengingat Desa Gempol Sari memiliki sektor pertanian yang maju dengan pemberdayaan petani yang baik, hasil panen melimpah berupa beras, jagung dan sayur-sayuran. Namun, ironisnya Desa Gempol Sari juga menjadi salah satu desa dengan jumlah balita gizi buruk terbanyak saat itu.

Memasuki tahun keempat semenjak dibentuk, Pos Gizi Gempol Sari masih berjalan dengan baik, walaupun berpindah-pindah lokasi pelaksanaannya. Tahun ini, Pos Gizi Pelangi dilaksanakan di rumah kader dan dibiayai oleh Bapak Lurah Desa Gempol Sari dan bantuan dari beberapa tokoh masyarakat dan Puskesmas Kedaung Barat. Banyak kegiatan yang dilaksanakan selama kegiatan Pos Gizi seperti penyuluhan tentang pola makan, kebersihan diri dan lingkungan, kesehatan, pemeriksaan kesehatan, peyuluhan gigi dan pemeriksaan gigi, serta pemberian vitamin.

 

Narasumber: Bapak Yudi dkk, Seksi Gizi dan KIA Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

 

Bulletin

S5 Box

Register

*
*
*
*
*

Fields marked with an asterisk (*) are required.